Monday, 26 November 2012

Fall...(11)


Our love is break, burn and end .
Saat itu, pulang sekolah. Aku memasuki kelasmu dengan rasa yang sama, dilemma untuk meretakkannya, menguburnya atau membuangnya. Tapi, intinya sama; mengakhirinya. Segera. Sebelum segalanya semakin membuncah, menyeruak, menyembul dan kamu merasakan rasa yang sudah lama kusimpan dan kusembunyikan ini. Kita berpapasan, mungkin tidak. Kita hanya berjalan dengan arus yang berbeda dan aku melihatmu sekilas, karena kamu begitu cepat berjalan pergi. Lalu, menghilang. Setelahnya hanya ada cerita tentang aku yang duduk di pojok kelasmu, memilih bangku secara acak yang anehnya bertuliskan namamu, dan berkali-kali aku melirik ke arah pintu kelasmu yang terbuka, mencari sosokmu, bayangmu, berharap mata kita akan kembali bertemu seperti sapaan mata yang bisu sebelum-sebelumnya, tapi kenyataan begitu kejam mencekik, karena hanya ada siluet orang yang berlalu-lalang dan itu bukan kamu.
You keep slipping away.
Ini kali kedua yang menyakitkan setiap kali aku memasuki kelasmu. Kali ini, aku tak bertemu denganmu, kamu lebih memilih berada di luar. Tapi, aku tidak menyesal, yang terpenting, ini kelasmu, kelas dimana kamu pernah berada. Aku merasakan jejak-jejakmu di sini, dan itu lebih dari sekedar apapun.
Should I give up? Should I let go? My mind say yes, but, my heart say no.
Dan, inilah aku, berada di depan komputer hitam LCD terbaikku. Di kamar yang sepi yang hanya melantunkan lagu-lagu melankolis yang menyedihkan. Aku membaca akun sosialmu, akun dimana interaksimu dengan banyak hati lain yang satu minat seni denganmu. Ini sungguh menyakitkan. Tapi, bukan kecemburuan, ini hanya penyesalan menyadari kamu mungkin lebih tertarik pada mereka yang memiliki jurusan seni yang sama denganmu, bukan jurusan seniku, dunia tulis-menulis, yang melankolis, yang hanya bisa menghanyutkanmu dalam dunia yang tidak pernah nyata, rekaan dan khayalan. Berkali-kali aku mengatakan diriku untuk mundur, tapi berkali-kali juga kudapati diriku tertarik semakin dekat olehmu…

0 Comments:

Post a Comment