Thursday, 29 August 2019

#MerdekainWarung dari Ketertinggalan, Inovasi Kudo Solusinya


Kamu tahu apa yang paling menyebalkan pada Minggu siang? Teriakan Emak dari balik dapur yang memintamu ke warung untuk membeli bermacam-macam bumbu dapur, diikuti sepupu di rumah yang begitu bersemangat minta ikut karena ingin jajan. Kekesalan itu belum ditambah Bapak yang sekaligus minta tolong untuk dibayarkan tagihan listriknya.

Itulah yang terjadi padaku hari itu: menjadi kurir Emak-Bapak sekaligus kakak pengurus. Padahal, episode webtoon favoritku sedang seru-serunya kubaca dan sebentar lagi ada tontonan final kejuaraan dunia bulu tangkis yang kutunggu. Tapi, perintah Emak-Bapak dan rengekan sepupu adalah titah yang tak bisa dilanggar.

Baru saja aku hendak mengeluarkan motor dan mengatakan akan segera melaju ke warung langganan, Emak memotong. Warung itu sudah lama tutup, katanya. Aku dan Re, sepupuku yang masih duduk di bangku kelas 4 SD, pun diminta ke toko kelontong yang jaraknya lebih jauh dari warung. Sedikit terkejut, karena sepengetahuanku warung itu selalu ramai.

Dengan sedikit malas, motor bergigi itu aku bawa menembus jalanan kompleks perumahan yang lengang. Aku sudah membayangkan kerepotan perjalanan ini, pergi ke toko membeli bumbu dapur, ke loket PLN untuk bayar tagihan listrik, dan ke minimarket untuk membeli jajanan Re. Andai saja ada satu warung terdekat di rumah yang lengkap pilihan dan layanannya yang bisa memenuhi semua itu, aku pasti tak perlu pergi ke sana-sini.

Larut dalam lamunan dan keluhanku sendiri, tiba-tiba Re menarik ujung kausku dan memintaku berhenti di sebuah warung yang ditunjuknya. Ketika kutengok, warung itu cukup mencolok: cat dinding didominasi warna biru dan digantung banner bertuliskan “Kudo: Di sini Serba Bisa”. Karena rasa ingin tahu, aku pun berhenti.

Begitu terkejut ketika aku menemukan warung pinggiran itu tidak hanya menjual kudapan kekinian sekaligus cemilan pembangkit nostalgia yang membuat Re girang, tetapi juga menyediakan fasilitas untuk membayar tagihan. Aku melongo.

Di tengah Re yang sedang memilih jajanan, tak sedikit anak muda yang mampir ke warung sekadar membayar tagihan yang dititipkan oleh orang tuanya, hingga seorang ibu paruh baya yang bertanya tentang langkah menjadi mitra pengemudi Grab. Sepintas, aku merasa bukan di warung karena penawaran-penawarannya yang kekinian dan mampu menjawab permintaan konsumen zaman sekarang.

Dari warung yang lama kuketahui merupakan mitra Kudo tersebut, aku belajar jika memang seperti itu warung harusnya berjalan dan bersaing di tengah kemajuan teknologi dan informasi yang menuntut efektivitas dan efisienitas. Warung perlu membuka diri terhadap peluang inovasi dengan beragam cara, antara lain sebagai berikut:

a)      Pelayanan tambahan
Pelayanan tambahan yang dimaksud bukan sekadar ramah tamah penjaga warung atau diskon-diskon bagi konsumen langganan, melainkan pilihan pelayanan yang sesuai dengan tuntutan zaman, yakni pelayanan digital. Sekarang ini, hampir seluruh konsumen dari segala usia dan latar belakang bergantung pada kemudahan dan kecanggihan teknologi. Warung perlu menjadi solusi dan jawaban atas persoalan dan tantangan ini. Untuk memenuhi hal tersebut, warung bisa bekerja sama dengan Kudo, agar menjadi warung modern seperti yang kutemui yang mampu menyediakan pelayanan digital tambahan seperti fasilitas bayar tagihan telepon, transfer uang, hingga pesan tiket kereta. 

b)      Kelengkapan bahan
Keunggulan warung bisa jadi karena jarak dan persebarannya sangat dekat dengan kompleks perumahan sehingga mudah dijangkau. Tetapi, kendalanya juga ada. Persediaan bahan di warung sering kali tidak cukup lengkap pilihannya dibanding minimarket maupun pasar. Bahkan warung dianggap hanya tempat untuk membeli eceran sembako saja. Warung perlu menggeser citra ini dengan menyetok bahan jualan semisal sembako, secara lebih lengkap. Warung bisa memanfaatkan layanan grosir sembako dari Kudo untuk melengkapi bahan-bahan jual dengan harga lebih murah, pilihan lebih beragam, dan lebih mudah langsung klik saja dari layar ponsel.

c)      Program pemberdayaan
Masyarakat kerap mengira warung hanya menjadi tempat jajan dan membeli bahan sembako terdekat. Padahal, warung bisa lebih dari itu, yakni menjadi sumber informasi pendapatan baru. Maksudnya? Warung bisa menjembatani antara peluang kerja digital dengan konsumennya yang membutuhkan dengan menyediakan pelayanan daftar Grab (menjadi mitra pengemudi Grab) dan pelayanan membuka bisnis pulsa. Dengan seperti itu, konsumen seperti tetangga akan terbantu dan bahkan bisa menjadi langganan favorit warung. Warung bisa bergabung dengan Kudo untuk membuka pelayanan pemberdayaan ini terwujud dan jadi nyata.

d)      Outlet pembayaran tagihan
Setiap keluarga dan rumah pasti memiliki tagihan rutin, seperti listrik, air, cicilan kendaraan bermotor, dan lain-lain. Kendalanya, untuk pergi ke loket pembayaran PLN, PDAM, dan lain-lain yang letaknya berbeda dan jauh, memerlukan usaha tersendiri. Apabila membayar via daring pun, kadang untuk mereka yang telah berusia tua, kurang paham prosedurnya. Warung bisa hadir menjadi outlet pembayaran tagihan sebagai solusinya. Lewat pendaftaran warung ke aplikasi Kudo, warung kini bisa menerima PPOB (pembayaran online bank) yang meliputi pelayanan pembayaran tagihan telepon Telkom, listrik PLN, air PDAM, hingga cicilan lainnya.

e)      Menyediakan tempat nongkrong
Warung sering kali jadi tempat bertemu orang-orang kompleks rumah yang sudah saling kenal dan dekat, kerap terjadi obrolan kecil antarmereka. Jika warung punya lahan sedikit lebih luas, bisa juga disulap menjadi tempat nongkrong sederhana bagi bapak-bapak sehabis bekerja yang ingin mengemil, ibu-ibu yang mengobrol sejenak, maupun anak-anak yang butuh tempat makan sebentar sehabis jajan. Dengan menyatukan keunggulan offline warung dan pelayanan tambahan online dari Kudo, warung konvesional bisa menjadi warung digital serba bisa.

Menilik lima langkah tersebut yang bisa difasilitasi oleh Kudo, ada baiknya warung segera berbenah dan bergabung bersama. Bukan hanya bagi kebaikan konsumen akan lebih mudah dan nyaman dalam berbelanja di warung, tetapi juga untuk kemajuan warung itu sendiri dalam menghadapi beratnya persaingan digital.

Kita yang punya warung kesayangan favorit, bisa menjadi #PejuangWarung yang membawa misi buat #MajuinWarung langganan kita agar tidak tutup dengan menawarkan inovasi Kudo ini. #MerdekainWarung dari ketertinggalan adalah wajib, sebab tiap warung berhak memiliki inovasi lebih baik lagi.

Sehabis tertegun oleh keragaman pilihan dan kelengkapan warung yang jadi mitra bisnis Kudo tersebut, aku pun pulang setelah membeli jajanan Re, bumbu dapur Emak, dan membayar tagihan listrik Bapak. Tak pernah terbayangkan olehku akan tiba di rumah lebih cepat karena semua permintaan rutin di rumah sudah kuselesaikan hanya dengan pergi ke warung berlabel mitra Kudo.

Lega rasanya ada aplikasi digital yang peduli dengan warung sebagai usaha kecil dan menengah, yang menawarkan pemberdayaan dan inovasi lebih, yang memberi bantuan dan uluran tangan ketika lainnya hanya melihat warung tergerus oleh kebutuhan zaman. Terima kasih Kudo, sudah bikin warung Indonesia lebih maju dengan teknologi sampai hari ini.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog "Merdekain Warung" yang diselenggarakan oleh Kudo

This entry was posted in

0 Comments:

Post a Comment