Friday, 31 October 2014

Mengakhiri Sajak Lelaki yang Dikurung Bisu


apa perlu kutanya balian paling bertuah
untuk mengintip apa yang akan terpajang di etalase waktu esok
karena ini rasa yang sudah usang dan tak tercatat
olehmu

lama ini, aku mengendarai kenangan yang serupa imaji
membiarkan ingatan jatuh cinta
pada potong peristiwa lampau tanpa kemudi
lalu, kamu tanggalkan tunggu-tunggu yang berlumut milikku
satu persatu

maka, kubisikkan padamu hari ini jua sebelum kututup kisah; sebuah temu kecil
temui aku di Selasa malam;  di balik tembok berbangku-bangku bisu
bersebelah dengan dua patung milik anak seni, yang bersanding dengan tumbuhan palsu
tepat pada tempat pertama kali kamu memasungku

aku akan ada disana pada waktu yang memukul lima kurang
genapkan senyum dan bulatkan sapa kelu
sampai bertemu

teruntuk Lelaki yang Dikurung Bisu, akankah kita meniti janji?
mungkin sekadar untuk menantang malam dengan isap tembakau dan secangkir kopi hangat

0 Comments:

Post a comment