Friday, 10 August 2012

Fall...


“Please, don’t be in love with someone else. Don’t have somebody waiting on you. Cause, this night is flawless, so, don’t let it go. I was enchanting to meet you.” -Swift, Taylor-
This is about another you. Ini tentang kamu yang lain. Ini baru permulaan, bahkan sesungguhnya, aku tidak pernah tahu kapan waktu memulai untuk merangkai awal. Aku hanya tahu, ketika kamu mulai beranjak dari sampingku dan dia ada berdiri di depanku, mataku terus menghitung setiap langkahmu meninggalkanku dan berharap kamu akan kembali duduk bersamaku. Dan dia hanyalah patung yang berbicara bagiku.
For the first time, we walk together in this silent road.
Suatu siang, mungkin hanya panas matahari yang kamu ingat, tapi, aku mengingat lebih dari itu. Aku mengingat obrolan singkat kita karena aku memaksa untuk membunuh sepi.
You’re the only reason why I was wishing on the wishing star…
Lalu, kita berhenti di suatu tempat yang memisahkan kita. Tidak jauh. Aku sibuk dengan lagu dan tugasku, kamu sibuk dengan pekerjaanmu. Lalu, saat itu, saat banyak orang di antara kita, saat banyak kebisingan suara orang berbicara, teriakkan anak-anak, dan pengarahan, aku mencoba merasakanmu, memandang ke arahmu dan kudapatkan tatapan matamu ke arahku.
At that moment, I just knew, you just got me with those black eyes.
Di suatu siang lagi, aku berjalan-jalan di bawah terik matahari dengan lagu-lagu, aku mengingatmu dan menyadari banyak hal, salah satunya, aku tahu, kamu tidak akan pernah merasakanku, kamu tidak akan pernah mencintaiku, kamu tidak akan pernah tersenyum padaku karena aku. Ini mungkin hanya beberapa berkas tulisanku yang lain mengenai aku yang kembali mendapati diriku mencintai tanpa dicintai. Ini baru saja dimulai, tapi kembali harus segera diakhiri.
Hope this is our very first page, but, this is just another storyline end.

0 Comments:

Post a comment