Thursday, 13 June 2013

Meretakkan Purnama

Purnama menggantung di gelap cakrawala
Derik serangga berusaha membunuh sunyi
Desau angin membentuk halimun tipis menyelimuti
Mari duduk, mengisahkan cerita-cerita

Malam itu, aku menapaki jalan lenggang. Temaram remang mewarnai langkah. Manik mataku menangkap seorang kakek tua bertubuh ringkih, ia tengah duduk di kelilingi desir angin malam yang memeluknya. Dengan tenang dan santai, beliau menikmati purnama.
Mungkin, aku seharusnya sepertinya. Menggelar tikar, duduk diam berdialog dengan malam. Membiarkan berkas cahaya purnama mengisahkan kenangan di balik mimpi-mimpi yang dihadirkan malam untuk menidurkan kita.
Denting piano mengalun dari radio tua. Aku termenung di sudut hening, duduk diam, memangku bisu, lalu... menantang malam.
-          Di kala aku yang berusaha mengoyak habis malam, menemukan cerita yang disembunyikannya.
This entry was posted in

0 Comments:

Post a comment