Sunday, 7 August 2016

Kutipan Favoritku dari Novel 'Time in a Bottle'



1. Cinta seperti momok
“Cinta seperti momok. Tapi, Joao tidak menakutkanku.” 

2. Luka dan Cinta adalah teman akrab
“...sebab, hidup tanpa penderitaan, bukan hidup. Cinta tanpa sakit, bukan cinta. Impian tanpa perjuangan, bukan impian.” 
sumber gambar: jepretan Tia Marty
3. Klik!
“Menemukan cinta seperti membuka sebuah pintu. Kau akan mendengar suaranya di kepalamu: suara pintu hatimu yang terbuka, ‘Klik!’

4. Kenangan adalah Harta
“Marvel, apa kamu tahu? Banyak orang suka menulis, entah itu diari atau agenda kegiatan, bahkan menandai tanggal. Sebab bagi mereka, kenangan adalah harta. Seperti kita, mengabadikan perasaan kita lewat tingkah nada-nada.” 
sumber gambar: jepretan Sian Hwa

 5. Langit yang Menyimpan Rahasia
“Ya, Papa. Aku sangat menyukai langit.”

“Mengapa kamu begitu mencintai langit, Alora?” tanya Papa

“Sebab dia adalah kotak musikku, Papa. Langit menyimpan rahasia-rahasiaku.”

6. Merayakan Ingatan
“Mengingatmu adalah bentuk lain perayaanku atasmu.”
sumber gambar: jepretan Tia Marty

7. Melihat Hatimu
“Sebab, banyak hal yang membuatku melihatmu, Maria. Aku melihat saat kamu membantu seorang anak kecil yang kehilangan ibunya. Aku melihatmu saat kamu membantu seorang nenek tua memainkan mesin slot dan kamu setia menungguinya sampai ia pergi. Aku melihat hatimu.”

8. Payung Ibarat Cinta
“Payung ibarat cinta. Kita membawanya di  hari terik maupun hujan deras. Selama payung itu belum rusak, kita enggak akan semudah itu menggantinya dengan payung lain. Bahkan, ketika payung itu suatu kali tertinggal entah di mana, si pemilik mungkin akan susah payah mencarinya. Bukankah selama cinta kita belum usang, kita enggak akan melepaskannya? Saat cinta kita itu pergi, kita selalu memimpikannya kembali.”

9. Perasaan Untuk Siapapun
“Siapapun bebas menyatakan perasaan pada orang yang disukainya.”

10. Bukan Pohon Plastik
“Cinta bukan pohon plastik yang bisa dibentuk sesuai keinginan orang. Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita mencintai dan dicintai.”

0 Comments:

Post a comment