Tuesday, 21 April 2020

Tetap Streetfeeding Selama Pandemi

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberinya makan, bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai." (HR. Bukhari)

Langit mulai memerah, menandakan hari sudah senja. Aku menutup layar laptopku setelah seharian bekerja dari rumah, lalu bersiap pergi membeli makan malam untuk ibu dan ayah. 

Sayangnya, pedagang nasi goreng favorit yang kudatangi sedang tutup. Aku pun memilih pulang dan berpikir untuk memasak sendiri.

Saat aku hendak memutar langkah, seekor kucing mendatangiku. Ia duduk dengan kepalanya yang menegadah padaku diikuti kemunculan dua ekor kucing lainnya yang mengeong keras dari balik gerobak nasi goreng yang gelap. 

Kupandangi sekali lagi kucing yang menghampiriku tadi: sorot matanya meminta dan berharap.
Berbagi makanan ke anak kucing yang tidur
di sela-sela pot dekat rumah
Lama akhirnya kusadari, mereka adalah gerombolan kucing telantar penunggu meja-meja pembeli nasi goreng. 

Kucing-kucing yang setiap hari ‘mengemis’ suwiran ayam untuk menyambung hidup.

Kalau aku pulang karena jualan tutup, kucing-kucing itu tidak. Mereka tetap setia menanti di sana sembari berharap meja-meja itu kembali ramai oleh orang-orang yang makan dan bersedia berbagi satu atau dua suwiran ayam untuk perut mereka yang sakit oleh lapar.

Hatiku perih, rasanya ada bagian dalam dadaku yang mendadak sesak. 

Karena nyatanya di masa pandemi, ada makhluk hidup lain selain manusia yang juga berjuang hidup setiap harinya. Dan mungkin, lebih berat.

Aku masih ingat bagaimana informasi simpang siur yang beredar di grup Whatsapp dan media sosial yang menuding hewan peliharaan (apalagi liar telantar) sebagai perantara infeksi virus. 

Lalu, perlahan timbul beragam kasus pembuangan hewan oleh pemilik tak bertanggung jawab dan penyiksaan hewan oleh mereka yang ketakutan.

Streetfeeding kucing di jalanan kompleks depan rumah
Ditambah lagi, cerita salah satu aktivis tentang kondisi kucing dan anjing telantar yang kelaparan di tempat-tempat persinggahan transportasi umum seperti halte dan stasiun, karena mereka kehilangan orang-orang yang biasa memberi mereka makan tiap pergi dan pulang kerja.

Kondisi diperparah oleh banyak tempat makan yang jadi sumber utama makanan kucing dan anjing telantar sudah tutup satu persatu. 

Jika buka pun, tak ada orang yang makan di tempat sehingga tiada juga yang bisa berbagi sisaan pada mereka.

Streetfeeding keluarga kucing di pinggir jalan saat pulang ke rumah
Beragam fakta ini berhasil membawa batu besar yang menghantam kepalaku. 

Baru pertama kalinya sejak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diberlakukan di kotaku, aku merasa begitu tak berdaya sebagai manusia.

Seharusnya imbauan #dirumahaja tidak membuat kita lebih individualis, tidak sensitif, dan serba membatasi diri. 
Justru sebaliknya, mendorong kita untuk lebih kreatif mengeksplorasi cara lain dalam menebar kebaikan.
Bukankah pekerjaan tetap kita dilakoni, hanya berganti tempat. Begitu pula curhat bersama teman tetap dilakukan, hanya berganti cara komunikasi. 

Jika begitu, kebaikan berbagi pada hewan telantar yang kelaparan (streetfeeding) tetap dijalankan, hanya berganti cara.

Sejak itu, aku memilih tetap streetfeeding (berbagi makanan dan minuman layak dengan hewan di jalanan). Tapi, caranya saja yang sedikit berbeda:

  • Membawa botol berisi makanan kucing tipe kering (cat dryfood) di tas aku tiap kali keluar rumah untuk beli makan atau belanja kebutuhan pokok. Jadi, walaupun aku tak lagi bisa berkunjung ke tiap kompleks perumahan untuk streetfeeding, setidaknya aku berkesempatan berbagi pada kucing yang ditemui di sepanjang jalanan yang kulewati saat itu.
Menggantung botol Daily Cat berisi catfood
di ujung tas dan membawanya ke mana saja untuk streetfeeding saat ke luar rumah

  • Menyediakan wadah minuman dan makanan kucing di depan rumah untuk kucing telantar sekitar rumah yang biasanya mampir. Sesekali jika ada kucing telantar yang lewat depan rumah, sering kali juga kupanggil dan memancing mereka datang untuk makan. 

Menaruh tempat makan dan minum depan rumah
untuk kebutuhan kucing jalanan kelaparan
  • Mengajak teman-teman yang memang masih bekerja ke kantor dengan transportasi umum untuk menyempatkan diri streetfeeding di halte atau stasiun, menggantikan orang-orang yang biasa streetfeeding (tapi tidak ada lagi karena banyak yang sudah bekerja dari rumah).
  • Mendonasikan sedikit uang jajan untuk kebutuhan makanan kucing dan anjing di yayasan atau tempat penampungan hewan telantar.
  • Melakukan cuci tangan secara baik dan benar setiap kali sebelum dan setelah streetfeeding. Tak hanya untuk menjaga kebersihan makanan si kucing, tapi juga untuk keamanan diri.
  • Membagikan informasi hanya dari sumber yang benar. Karena Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) sudah merilis pernyataan resmi yang menyatakan bahwa hewan kesayangan tidak menyebar virus COVID-19. 

Mengajak seekor anak kucing masuk ke teras rumahku untuk makan #dirumahaja

Menebar makanan untuk kucing dan anjing jalanan kelaparan adalah caraku menebar kebaikan. 

Sepintas ini hanya tindakan sederhana, tapi bagi kucing dan anjing yang kelaparan, ini adalah tindakan luar biasa. Kecil tapi berdampak buat mereka. 

Karena mungkin saja, makanan layak yang kita bagi telah membantu mereka membangun harapan hidup hari itu.

Lagipula aku yakin, wabah bukan berarti kita lupa zakat dan sedekah, pandemi bukan berarti kita hilang peduli. Sebaliknya, ini momen yang menguji diri kita sebagai sejatinya manusia yang bernurani.

Teringat salah satu aktivis perlindungan satwa yang sempat berkata padaku, “Kalau kita tidur karena kekenyangan. Kucing atau anjing telantar di jalan saat ini tidur untuk menahan lapar.” 
Menyediakan tempat makan dan minum untuk kucing jalanan dekat rumah agar bisa
makan dan minum layak selama pandemi
Karenanya, gerakan berbagi makanan layak bagi satwa telantar di jalanan butuh peran kita bersama, tak cukup hanya aku saja.

Maka itu, maukah kita memulainya detik ini juga secara bersama-sama? 

Karena waktu terbaik menebar kebaikan adalah sekarang.


This entry was posted in

14 comments:

  1. "Pandemi bukan berarti hilang peduli..." gemetar pas baca kalimat ini. Menyadarkan kita untuk enggak mementingkan diri sendiri walau kondisi sulit. Tulisan yang bagus!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Kak Tini! Semoga bermanfaat ya dan tetap mendorong kita untuk kreatif berbagi saat kondisi sulit :)

      Delete
  2. Yap, benar sekali, sedikit dari makanan yang kita berikan untuk mereka bisa menjadi penyambung hidup di hari hari selanjutnya.

    Tulisannya menarik dan Tips nya juga sangat membantu.

    Tetap dan Terus StreetFeeding Vero !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, halo aa dimmy :)

      Semoga tipsnya bisa kita praktikkan bersama ya. Streetfeeding enggak hanya butuh aku saja, tapi juga kamu dan lainnya bersama.

      Delete
  3. Cerita kucing yang nunggu di gerobak nasi goreng bikin 'deg' banget. Iya ya kadang sebagai manusia masih sering menggerutu kalo gak bisa makan yang dimau, padahal diluar sana ada yang berjuang hidup dengan makan sisa-sisa, itupun kalau dapet 😭😭😭 Ini pesan yang bagus banget buat mengajarkan untuk berbagi, dan nggak lupa bersyukur 💕

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sering banget deh nemu yang seperti itu, Alberta. Apalagi pas pulang beli makan atau nonton film malem, masih ada aja kucing/anjing jalanan yang kelaparan dan ngorke tong sampah, kadang pun tidur di tempat sampah, lihatnya #jleb banget.

      Delete
  4. "Karena waktu terbaik menebar kebaikan adalah sekarang".
    Yes, that's True! Kalau gak mulai dr skg kapan lagi.. menebar kebaikan ke sesama makhluk hidup, tidak hanya manusia saja tetapi juga hewan. cerita Street Feeding ini begitu menginspirasi utk lebih peduli dg hewan2 terlantar yg masih ingin bertahan hidup di luar sana bahkan dg hewan peliharaan sekalipun. good job, kak Vero! Tetap semangat #Streetfeeding nya����‍♀️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you buat semangatnya, Lydia! Juga buat dukungan dan apresiasinya atas tindakan streetfeeding. Yuk streetfeeding bareng :D

      Delete
  5. Blognya bagus banget, mengingatkan kepada banyak orang bahwa hewan terlantar khususnya kucing dan anjing juga butuh dioerhatikan. Kak vero juga memberikan tips melakukan streetfeeding di masa pandemi ini. Cocok banget buat orang yang #WFH tetapi masih ingin streetfeeding. Kerennn....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola, Kak Kendrick! Iya, semoga tipsnya berguna ya supaya kita semua tetap bisa streetfeeding pada masa pandemi ini. Pandemi bukan alasan untuk berhenti berbagi. Kamu juga keren! Terima kasih <3

      Delete
  6. Tpi klo saya biasakan setiap makan di luar jika ada seekor kucing pasti saya kasih mkanan wlaupun saya ambil dri mkanan yg blum saya hbiskan, krna sedekah terkecil adalah sma kucing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terima kasih sudah berkesempatan untuk berbagi :) setuju, walau mungkin terkesan hanya sedekah kecil, tapi mungkin sedekah kecil ini snagat berarti besar buat mereka. Keep streetfeeding!

      Delete
  7. Saya jadi sangat tersentuh dan terinspirasi setelah membaca tulisan mbak. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan mbak dan Mbaknya senantiasa diberikan yang lebih biar bisa terus berbagi dan menginspirasi banyak orang untuk peduli dengan makhluk ciptaan Tuhan. Hal sekecil apapun yang kita berikan akan menjadi sangat berarti bagi yang menerimanya dan berbagi tidak hanya dilakukan untuk sesama manusia tetapi juga untuk semua makhluk ciptaan Tuhan termasuk hewan-hewan terlantar ini. Terimakasih Mbak Veronica :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Kak Shasa. Salam kenal yah! Terharu sekali membaca komentar dan dukungan ini dari Kak Shasa. Terima kasih untuk doa baiknya, yuk bareng-bareng streetfeeding juga di lingkungan sekitar. Bersama kita bisa menciptakan lingkungan lebih baik untuk hewan telantar kelaparan selama pandemi :)

      Delete