Monday, 2 July 2012

Still...(11)

We found love in the hopeless place.
Aku telah berada terlalu jauh. Mungkin tepatnya terperangkap dalam sisa jerat yang dibuatmu dalam diriku dan jaring-jaring yang tak kusangka kubentuk yang seharusnya berguna untuk balik memenjarakan jeratmu, justru berputar seperti bumerang, mengenaiku, menghantamku, menghancurkanku, kembali padamu.
Kuputar sebuah lagu, lagu yang tak pernah kuperhatikan liriknya ketika penyanyi melantunkannya. Lalu, entah mengapa, di suatu siang, ketika aku membaca salah satu kalimat di akun sosialmu, aku merasa aku mengenali kalimat itu. Aku pun tersadar, itu sebuah lirik lagu yang kerap kali terlintas melewati gendang telingaku tapi tak pernah berhenti untuk terserap oleh otakku yang terlalu penuh dan sesak akan tebaran namamu.
Ini terlalu berlebihan. Maka itu, aku sadar, aku terlempar begitu jauh. Ini liburanku, liburan keduaku yang anehnya, bahkan sebuah kata berharga ‘liburan’ ditengah waktuku yang begitu sibuk terasa tidak cukup menutupi dan mendorong namamu dan ingatanku akanmu. Ingatanku tidak pernah berlibur untuk mengingatmu. Berkali-kali aku berjanji untuk melepas diriku darimu atau melepasmu dariku hanya berupa gertakan yang menyulitkan tapi tidak menghentikan.
Be the one that i can waiting for...
Kini segalanya hanyalah pertanyaan yang menggantung di udara. Layaknya pertanyaan yang menggantung menanti jawaban, aku pun menggantung di suatu keadaan yang tak bisa kulukiskan dengan goresan penaku; menantimu, menunggumu...ketidakmungkinan yang kau tawarkan dalam tatapan mataku mungkin cukup keras menghantamku, tapi, tak cukup mengubah rasa yang pernah kamu tawarkan padaku, walau kini itu berupa kepingan, namun, ada kalanya genggaman tangan ini terus menjaganya...

0 Comments:

Post a comment