Sunday, 20 January 2013

Moves Like Salmon



"Perpindahan adalah sebuah ketidakpastian yang pasti."

Minggu lalu, aku menghabiskan sebuah buku dengan judul Manusia Setengah Salmon dari penulis humor Raditya Dika. Awalnya aku mengira buku ini hanya akan mengisahkan bab-bab kisah lucu, namun, di bab terakhir buku ini, aku belajar banyak hal dari kaca mata sederhana. Bab terakhir buku itu berjudul Manusia Setengah Salmon. Diceritakan bahwa suatu waktu, Radith menonton National Geography dimana tengah membahas tentang migrasi ikan Salmon. Dalam waktu tertentu, ikan salmon akan berpindah tempat, menyebrangi perairan dengan jarak lumayan jauh dan arus berat. Banyak salmon yang mati ketika perpindahan itu terjadi. Tapi, mereka tetap berenang untuk berpindah. Untuk mendapat makanan, untuk kelangsungan hidup dan habitat mereka. Apa pun arus rintangan yang ada, salmon tetap pindah.
Saat membaca bab itu, aku teringat akan sebuah lagu yang liriknya bercerita bahwa kita tak bisa hidup dalam sebuah kotak. Hidup kita tak hanya diukur dalam satuan meter persegi. Kita akan menjadi ‘diri kita’ ketika kita keluar dari kotak, keluar dari garis yang membatasi kita. Kita akan melihat apa yang tidak kita lihat dalam diri kita. Mungkin ini yang dinamakan konsep think out of the box. Yang mengajak pikiran kita untuk pindah dari ruang yang mengukung kita. Ini perpindahan menuju kebebasan. Ekspresif. Tapi, di mataku, kedua hal mengenai salmon dan lagu tersebut adalah lebih dari itu. Ini tentang bagaimana kita menikmati perpindahan yang terjadi bukan sebagai keharusan, tapi perpindahan yang membuat kita sekarang ini hidup dan menemukan keindahan-keindahan sederhana penuh makna. Ini esensi dari perpindahan itu.
Sesungguhnya, aspek terkecil hingga terberat pun mengalami perpindahan. Dalam bukunya, Radith menulis, makanan yang kita telan pun berpindah oleh gerak peristaltik, dari kerongkongan hingga mencapai lambung. Tiap pagi, kita berpindah, dari kamar menuju ruang makan, sekolah, tempat les atau ke mana pun. Hati kita pun mampu berpindah. Rasa dan logika berpindah setiap detik waktu yang berpindah jua, yang kata banyak orang disebut move on. Kita tak mungkin hidup tanpa adanya perpindahan. Mungkin perpindahan adalah suatu hal yang menyakitkan, karena ia menjadikan jejak-jejak yang kita buat sebagai berkas kenangan. Tapi, ketahuilah, salmon terus berpindah walau itu mampu membuat mereka mati, mereka berpindah untuk meraih. Jadi, bisa kita sadari, tak akan ada yang kita raih jika kita tidak melangkah pindah. Pindah mengajarkan kita untuk berani, mengenali apa itu resiko dan kemampuan bertahan.
Kamu akan tahu, keindahan tak perlu kamu cari, ia selalu tersimpan rapi dalam perpindahan. Kita berpindah bersamaan dengan pindahnya waktu. Dan, jika kamu menikmati proses perpindahan itu, percayalah kamu akan menemukan keindahan kecil di balik perpindahan itu. Perpindahan adalah sebuah keindahan, karena keindahan ditemukan saat kita berpindah.
Move is the only way to survive. You just need to enjoy it. It’s feel like shooting star. So, enjoy your moves.
This entry was posted in

0 Comments:

Post a comment