Saturday, 22 August 2015

Pelajaran Tentang Cara Melupakan (Aku) dengan Baik dan Benar


“And, i feel you forget me like i used to feel you breathe.” – Swift, Taylor
Sudah episode ke empat, aku akan bertanya hal yang sering kubisikan padamu; apakah sudah bosan, lelah, atau mungkin muak? Kamu selalu punya kesempatan untuk mencaci-makiku, memukulku, meninjuku, atau menghajarku karenanya. Tapi aku berani bertaruh itu tidak menyelesaikan masalah, aku menawarkan pilihan lain; kamu bisa mencoba melupakanku, seperti yang mungkin sempat terlintas di benakmu. Kalau begitu, bisa aku membantumu?
 Salah seorang sahabat jauhku pernah mengatakan, kita tidak pernah bisa benar-benar melupakan seseorang, kecuali ada benturan keras atau kecelakaan parah yang menyebabkan otak kita kehilangan ingatannya. Cara terbaik adalah bukan melupakan, tapi merelakan; yang berarti pelan-pelan melepaskan dan menerima jika aku hanya membuatmu lelah, dan menambah masalah.
“When i try to forget you, i just keep on remembering.”’ – Lavigne, Avril Ramona
Ada lagi, seniorku datang padaku dan bercerita ihwal melupakan. Pendapatnya sama, kita tidak mungkin bisa menghilangkan atau melenyapkan seseorang dari ingatan kita. Bahkan, orang yang sepintas lewat saja – semisal perempuan cantik nan menarik yang tak kita kenal – bisa kita ingat terus-menerus, bagaimana dengan orang yang setidaknya pernah menjadi bagian dari hidup kita? Saran yang ia berikan adalah, meletakkan seseorang yang ingin kita lupakan di bagian ruang hati kita yang lain. Biliknya ditutup, kuncinya dibuang. Biarkan saja orang itu beserta seluruh kenangannya tersimpan rapi di sana, menahun, dan izinkan waktu yang perlahan menghapusnya. Karena, perihal melupakan bukanlah benar-benar tidak ingat lagi memori tentang seseorang itu. Kita tetap menjaganya, hanya saja itu tidak lagi mempengaruhi perasaan kita.
Apakah masih tidak berhasil? Biar kuuraikan lewat salah satu teori psikologi mengenai melupakan. Kamu tidak bisa fokus pada seseorang itu saat sedang ingin melupakan, yang harus kamu perhatikan adalah dirimu sendiri. Sebab ini tentang menyembuhkan diri dari orang yang hanya menyakiti dan membebanimu seperti aku padamu. Atau, kamu bisa mencoba melupakan jika kamu tengah melupakan itu sendiri.
Selamat melupakan aku, semoga berhasil – walau sesungguhnya, ketiganya pernah kulakukan dan sama sekali tidak mendatangkan hasil yang berarti, kecuali keadaan seperti; berkali-kali aku mencoba melupakanmu, adalah sesering itu juga aku kembali ditarik padamu. Mungkin alasannya akan terdengar manis; karena kamu terlalu istimewa untuk dilupakan – sebab jika ini kesalahan dan ilusi, aku akan menjawab, ini kesalahan terbaik dan ilusi terindah yang pernah kulakukan.
Dari perempuan yang sedang berusaha menepati janji untuk tidak berubah.

0 Comments:

Post a comment