Sunday, 5 August 2012

Still…(14)


Ini episode tentang lagu dan kamu.
I will write a thousand songs to make you comprehend how beautiful you are…
Tik Tok. Jarum jam mulai bersuara, ia menyela di antara sunyi yang sedang berkuasa ketika detik-detik tengah merangkak menuju tengah malam, saat ketika malam menidurkan kita dengan mimpi manis untuk menutupi keganasannya. Ruang tamu yang mengukungku telah gelap, tak ada cahaya lampu yang menyilaukan lagi. Hanya ada pantulan cahaya dari luar, aku berjalan keluar dari kegelapan ruang ke arah pantulan cahaya malam. Lalu berhenti di sebuah jendela, teringat akan suaramu yang pernah berbisik sama dengan lirik lagu yang memiliki nada-nada malam itu…
My heart says louder than my head…
Kamu berbagi lantunan lagu dengannya dan tertawa bersamanya. Saat itu aku tahu, ada lagu lain yang menyeruak di antara lagu yang kuberi. Kamu menolak lagu-laguku. Kini, lagu lain itu masih bertengger di ingatanku, sesekali terdengar begitu menusuk mengingat kamu dengan lagu itu menjadikan kamu ialah hal yang semu untuk diraih.
Dear God, its my dilemma.
He’s so much faraway. I’m tired to missing someone. In this lonely road with a drop of rainfall, I just found that he accrosed this mind for a thousand times. And, I’m realized, I’m missing him to hold on. But, how I can answer if to make him stay is I must leave?
Aku berkata “Tinggalkan aku!”, sesungguhnya itu berarti, aku berharap kamu berlari mengejarku, menyambar lenganku dan menarikku ke dalam pelukanmu lalu berkata; I got nothing to leave each other.

0 Comments:

Post a comment